Thursday, December 22, 2011

Tiang gantungan di Museum Fatahillah

Replika tiang gantungan di Museum Fatahillah, Jakarta.

Tiang gantungan


Tuesday, December 13, 2011

Museum Tekstil

Museum Tekstil dulunya adalah villa seorang warga Perancis yang dibangun pada abad ke-19. Ketika perang Kemerdekaan, gedung ini dijadikan Markas Besar Barisan Keamanan Rakyat (BKR), yang merupakan cikal bakal TNI.

Museum ini memiliki ruang display untuk memamerkan koleksi tekstil Indonesia. Koleksi tekstil tersebut meliputi koleksi museum, koleksi para desainer maupun masyarakat pecinta tekstil.

Tekstil dipamerkan dalam ruang terbuka sehingga pengunjung dapat melihat dan mengeksplorasi koleksi lebih dekat.

Koleksi Museum Tekstil berjumlah 1966 terdiri dari 697 kain batik, 783 kain tenun, 324 tekstil campuran, 101 busana dan tekstil kontemporer. Sedangkan koleksi peralatan berjumlah 101 peralatan.

Selain ruang display, museum Tekstil juga memiliki Galeri Batik. Galeri Batik diresmikan tanggal 2 Oktober 2011 bertepatan dengan pengakuan UNESCO bahwa Batik adalah milik Indonesia. Galeri Batik menampilkan sejumlah batik kuno dan sejumlah batik dari masa ke masa. Tujuan pendirian adalah untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik Indonesia.

Lokasi Museum Tekstil

Museum Tekstil terletak di Jl. Aipda KS Tubun no. 2-4, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Cara mencapainya cukup mudah, tetapi lokasi Museum cukup tersembunyi di antara keriuhan pasar Tanah Abang yang merupakan salah satu daerah perdagangan terbesar di Asia Tenggara.

Banyak kendaraan umum yang melewatinya atau paling tidak berhenti di dekat-dekat Tanah Abang. Dahulu, Tanah Abang memiliki terminal bis. Tapi kemudian dihapus, jadi bis, kopaja, metro mini dan mikrolet tidak berkumpul di satu titik, tetapi menyebar di sekitar pasar Tanah Abang.

Mikrolet yang melewatinya adalah mikrolet 08 jurusan Tanah Abang - Kota. Sedangkan angkutan umum yang berhentinya paling dekat dengan Museum Tekstil adalah Kopaja P16 jurusan Tanah Abang - Ciledug. Koasi kuning P102 (nanti saya cek lagi) Tanah Abang - Ciputat. Ada juga bis 916 Kp.Melayu-T.Abang dll. Nomor bis lain menyusul yah, takut salah nomor he he he.

Kalau naik kendaraan pribadi, cari saja arah Tanah Abang. Hampir semua orang tau lokasi Museum ini. Sabar adalah hal yang wajib dimiliki, jika ingin ke museum ini. Memasuki putaran dekat mesjid, antrian mobil, motor yang menyerobot atau melawan arus, troli pembawa gulungan kain dan tumpukan baju lalu lalang di antara orang-orang yang menyeberang seenaknya. Tapi begitu memasuki kompleks Museum ini, segala keletihan menembus kemacetan terbayar sudah. Berada di halaman Museum Tekstil yang luas, sejuk dan rindang serasa berada bukan di Jakarta.

Monday, December 12, 2011

Koleksi Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti yang terletak di daerah Kebon Jahe, Tanah Abang Jakarta pusat, memiliki koleksi nisan dari berbagai zaman dan gaya, bahkan bahasa.

Nisan yang menjadi koleksi Museum Taman Prasasti memiliki gaya arsitektur klasik, neo gotik hingga Hindu Jawa.

Meski pemakaman ini dibuka pada abad 18, tetapi museum ini juga memiliki koleksi nisan dari abad 16 dan 17.

Hal ini menunjukkan bahwa penduduk Batavia pada abad 16 sudah berasal dari berbagai belahan dunia.

Bangunan di depan kompleks pemakaman ini bergaya Doria. Di sinilah jenazah disemayamkan sebelum upacara penguburan dilakukan.

Gedung ini memiliki dua sayap di bagian kanan dan kiri, masing-masing untuk menempatkan jenazah pria dan wanita.

Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti adalah sisa taman pemakaman umum pada akhir abad ke-18. Terletak di Jl. Tanah Abang I no. 1 Jakarta Pusat, dan lebih dikenal daerah Kebon Jahe Kober. Kober kemudian dilafalkan dengan lidah Indonesia menjadi kuburan.

Dahulu, pemakaman ini hanya untuk para pejabat tinggi Belanda yang berkuasa di zaman itu dan kalangan bangsawan. Kemudian digunakan untuk pemakaman untuk kalangan umum, biasnya orang yang beragama kristen. Tetapi sejak tahun 1975, pemakaman ini ditutup dan kemudian dipugar, dan dijadikan museum pada tahun 1977.